Jumat, 06 Maret 2015


Membuat pupuk majemuk sendiri dengan mencampur urea, TSP, dan KCl lebih ekonomis ketimbang membeli pupuk majemuk yang sudah jadi, seperti NPK misalnya. Hal ini tidak salah. Namun demikian, bukan berarti mencampur pupuk sendiri lebih menguntungkan daripada menggunakan NPK.

Lebih Praktis NPK
Selain merepotkan, mencampur pupuk sendiri bukanlah pekerjaan gampang. “Salah campur” malah akan menghasilkan pupuk majemuk yang tidak berguna karena unsur-unsurnya saling bereaksi. Bila hal ini terjadi, unsur hara akan saling terikat kuat atau malah lepas ke udara. Kedua hal ini akan berakibat sama, yaitu tanaman tidak dapat dimanfaatkannya.

Pertimbangan lain, pupuk campuran sendiri kebanyakan tidak bisa disimpan lama. Sebab, urea yang sering dipakai sebagai sumber nitrogen bersifat sangat higroskopis. Campuran pupuk tersebut dipastikan akan cepat menggumpal dan memadat. Selain menjadi sulit ditaburkan, dosis yang tepat juga sulit ditetapkan. Jika urea diganti dengan ZA, sumber nitrogen lain yang tidak higroskopis, reaksi tanah malah berubah menjadi masam. Tanah semacam ini jelas bukan termasuk golongan tanah ideal untuk bertanam.

Mengingat berbagai risiko tersebut, kalangan hobiis tanaman umumnya menganggap lebih praktis membeli pupuk NPK komersial daripada mencampur pupuk sendiri. Lain halnya di kalangan petani. Dengan alasan agar lebih ekonomis, mereka lebih suka memakai kombinasi pupuk tunggal untuk memupuk tanamannya.

Lebih Menguntungkan
Kendati kombinasi pupuk tunggal lebih murah, namun aplikasinya belum tentu menghasilkan keuntungan marginal lebih besar daripada pemakaian pupuk NPK. Hal ini telah terbukti melalui beberapa penelitian pada beberapa tanaman hortikultura.

Terhadap tanaman kentang, misalnya. Penggunaan pupuk NPK (23-23-0; 12-21-19; 20-11-11) nyata meningkatkan hasil, mutu dan nilai gizi kentang yang dipanen. Keuntungan bersih marginal memakai kombinasi pupuk urea, TSP, dan KCl yang semula Rp. 1672,30, menjadi Rp. 1626,52 bila memakai pupuk NPK. Tingkat pengembalian marginal yang semula 485 persen pun berubah menjadi 785 persen. Artinya, jika biaya pupuk dan tenaga kerja naik 1 persen, keuntungan bersih akan meningkat sebesar 7,85 persen.

Demikian pula hasil penelitian pada tanaman jagung. Meskipun rata-rata hasil yang didapat di tiap lokasi penelitian cukup bervariasi, namun hasil petak yang dipupuk NPK (16-16-16; 15-15-15; 20-11-11) dan DAP lebih tinggi dibandingkan yang dipupuk dengan urea, TSP, dan KCl dengan takaran sesuai anjuran setempat. Dari pengujian di Nusa Tenggara Barat, dengan pupuk NPK didapat panenan berkisar 21,14 – 29,04 ku/ha, sedangkan dengan urea, TSP, dan KCl hasilnya 21,13 ku/ha.

Penelitian lainnya pada tanaman padi gogo. Hasil petakan yang dipupuk NPK (16-16-16; 20-11-11; 12-21-19; dan 14-9-20) ternyata juga lebih tinggi daripada yang dipupuk urea, TSP, dan KCl. Pada penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sumbawa itu, didapat panenan padi gogo berkisar 47,30-50,99 ku/ha. Sementara petakan yang dipupuk dengan urea, TSP, dan KCl 41,06 ku/ha.

Agar efisiensi NPK tinggi
Hal-hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan pupuk NPK ialah bila aplikasinya dilakukan di tanah dengan pembatas kelarutan dan kejenuhan unsur alumunium yang tinggi, derajat keasaman tanah tidak sesuai dengan persyaratan tanaman yang diusahakan, dan tanah kurang mengandung unsur mikro. Di tanah-tanah bermasalah semacam ini, efisiensi pupuk majemuk umumnya berkurang. Untuk itu, agar efisiensinya tetap tinggi, aplikasi pupuk NPK dianjurkan hanya dilakukan di tanah-tanah yang subur dan sesuai dengan tuntutan tanaman.
sumber:http://www.ngasih.com/2014/08/02/pupuk-npk-lebih-praktis-dan-efektif-untuk-tanaman/
 

Senin, 18 November 2013

Macam Macam Pupuk Organik dan Anorganik Pengertian Serta Unsur Mikro
PENGERTIAN PUPUK
Dalam arti luas yang dimaksud pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.
Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yamg mengandung satu atau lebih  hara tanaman.

PENGERTIAN PUPUK SECARA LAIN
PUPUK adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormontumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terkaku banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyan zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun.


KATEGORI PUPUK
Pupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan asal, senyawa, fasa, cara penggunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya.
Berdasarkan asalnya dibedakan : 
  1. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya : pupuk kompos, guano, pupuk hijau dan pupuk batuan P.
  2. Pupuk buatan ialah pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya TSP, urea, rustika dan nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika dan / atau kimia.

Berdasarkan senyawanya dibedakan : 
  1. Pupuk organik ialah pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik ( pupuk kandang, kompos, guano ). Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik misalnya rock phosphat, umumnya berasal dari batuan sejenis apatit [ Ca3(PO4)2].
  2. Pupuk anorganik atau mineral merupakan pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik.

Berdasarkan fasa-nya dibedakan :
  1. Pupuk padat. Pupuk padat umumnya mempunyai kelarutan yang beragam mulai yang mudah larut air sampai yang sukar larut.
  2. Pupuk cair. Pupuk ini berupa cairan, cara penggunaannya dilarutkan dulu dengan air. Umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro maupun mikro, harganya relatif mahal. Pupuk amoniak cair merupakan pupuk cair yang kadar N nya sangat tinggi sekitar 83%, penggunaannya dapat lewat tanah (injeksikan).

Berdasarkan cara penggunaannya dibedakan : 
  1. Pupuk daun ialah pupuk yang cara pemupukan dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada permukaan daun.
  2. Pupuk aksr atau pupuk tanah ialah pupuk yang diberikan ke dalam tanah disekitar akar agar diserap oleh akar tanaman.

Berdasarkan reaksi fisiologisnya dibedakan : 
  1. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologisnya masam artinya bila pupuk tersebut diberikan ke dalam tanah ada kecenderungan tanah menjadi lebih masam (pH menjadi lebih rendah). Misalnya Za dan urea.
  2. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basis ialah pupuk yang bila diberikan ke dalam tanah menyebabkan pH tanah cenderung naik misalnya: pupuk chili salpeter, calnitro, kalsium sianida.


Berdasarkan jumlah hara yang dikandungnya dibedakan : 
  1. Pupuk yang hanya mengandung satu hara tanaman saja. Misalnya : urea hanya mengandung hara N, TSP hanya dipentingkan P saja (sebetulnya mengandung Ca).
  2. Pupuk majemuk ialah pupuk yang mengandung dua atau lebih dua hara tanaman. Contohnya: NPK, amophoska, Nitrophoska dan rustika.

Berdasarkan macam hara tanaman dibedakan :
  1. Pupuk makro ialah pupuk yang mengandung hanya hara makro saja : NPK, nitrophoska, gandasil.
  2. Pupuk mikro ialah pupuk yang hanya mengandung hara mikro saja misalnya: mikrovet, mikroplet, metalik.
  3. Campuran makro dan mikro misalnya pupuk gandasil, bayfolan, rustika. Sering juga ke dalam pupuk campur makro dan mikro ditambahkan juga zat pengatur tumbuh (hormon tumbuh).
Macam macam pupuk organik 
1.    PUPUK HIJAU
Pupuk hijau terbuat dari tanaman atau komponen tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah. Jenis tanaman yang banyak digunakan adalah dari familia Leguminoceae atau kacang-kacangan dan jenis rumput-rumputan (rumput gajah). Jenis tersebut dapat menghasilkan bahan organik lebih banyak, daya serap haranya lebih besar dan mempunyai bintil akar yang membantu mengikat nitrogen dari udara.
Keuntungan penggunaan pupuk hijau antara lain:
  1. Mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta infiltrasi air
  2. Mencegah adanya erosi
  3. Dapat membantu mengendalikan hama dan penyakit yang berasal dari tanah dan gulma jika ditanam pada waktu tanah bero
  4. Sangat bermanfaat pada daerah-daerah yang sulit dijangkau untuk suplai pupuk inorganik
Namun pupuk hijau juga memiliki kekurangan yaitu:
Tanaman hijau dapat sebagai kendala dalam waktu, tenaga, lahan, dan air pada pola tanam yang menggunakan rotasi dengan tanaman legume dapat mengundang hama ataupun penyakit dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman pokok dalam hal tempa, air dan hara pada pola pertanaman tumpang sari
2.    PUPUK KOMPOS
Pupuk kompos merupakan bahan-bahan organik yang telah mengalami pelapukan, seperti jerami, alang-alang, sekam padi, dan lain-lain termasuk kotoran hewan. Sebenarnya pupuk hijau dan seresah dapat dikatakan sebagai pupuk kompos. Tetapi sekarang sudah banyak spesifisikasi mengenai kompos.
Biasanya orang lebih suka menggunakan limbah atau sampah domestik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan yang dapat diperbaharui yang tidak tercampur logam dan plastik. Hal ini juga diharapkan dapat menanggulangi adanya timbunan sampah yang menggunung serta mengurangi polusi dan pencemaran di perkotaan.
3.    PUPUK KANDANG
Para petani terbiasa membuat dan menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk karena murah, mudah pengerjaannya, begitu pula pengaruhnya terhadap tanaman. Penggunaan pupuk ini merupakan manifestasi penggabungan pertanian dan peternakan yang sekaligus merupakan syarat mutlak bagi konsep pertanian. Pupuk kandang mempunyai keuntungan sifat yang lebih baik daripada pupuk organik lainnya apalagi dari pupuk anorganik, yaitu pupuk kandang merupakan humus banyak mengandung unsur-unsur organik yang dibutuhkan di dalam tanah. Oleh karena itu dapat mempertahankan struktur tanah sehingga mudah diolah dan banyak mengandung oksigen. 
Penambahan pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan dan produksi pertanian. Hal ini disebabkan tanah lebih banyak menahan air sehingga unsur hara akan terlarut dan lebih mudah diserap oleh buluh akar. Sumber hara makro dan mikro dalam keadaan seimbang yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur mikro yang tidak terdapat pada pupuk lainnya bisa disediakan oleh pupuk kandang, misalnya S, Mn, Co, Br, dan lain-lain. Pupuk kandang banyak mengandung mikroorganisme yang dapat membanru pembetukan humus di dalam tanah dan mensintesa senyawa tertentu yang berguna bagi tanaman, sehingga pupuk kandang merupakan suatu pupuk yang sangat diperlukan bagi tanah dan tanaman dan keberadaannya dalam tanah tidak dapat digantikan oleh pupuk lain.
4.    PUPUK SERESAH
Pupuk seresah merupakan suatu pemanfaatan limbah atau komponen tanaman yang sudah tidak terpakai. Misal jerami kering, bonggol jerami, rumput tebasan, tongkol jagung, dan lain-lain. Pupuk seresah sering disebut pupuk penutup tanah karena pemanfaatannya dapat secara langsung, yaitu ditutupkan pada permukaan tanah di sekitar tanaman (mulsa). Peranan pupuk ini diantaranya :
  • Dapat menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan, penghematan pengairan
  • Mencegah erosi, permukaan tanah yang tertutup mulsa tidak mudah larut dan terbawa air
  • Menghambat adanya pencucian unsur hara oleh air dan aliran permukaan
  • Menjaga tekstur tanah tetap remah
  • Menghindari kontaminasi penyakit akibat percikan air hujan
  • Memperlancar kegiatan jasad renik tanah sehingga membantu menyuburkan tanah dan sumber humus.
5.    PUPUK CAIR
Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.
Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.

PUPUK  ANORGANIK
Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran :
1.    PUPUK TUNGGAL : Pupuk yang dibuat dari satu unsur secara dominan.
Contohnya : Urea yang mengandung N, TSP atau SP 36 dengan P, dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan.
2.    PUPUK MAJEMUK  : Pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur.
Contoh : pupuk DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustika Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N, P, dan K. Produsen pupuk biasanya juga menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe, B, Mo, Mn, dan Cu.

Agar praktis, pekebun biasanya memakai pupuk mejemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen, fosfor, dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan 20;10;10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan.

sumber:http://www.pilarlima.com/index.php/tips-informasi/28-pengertian-macam-macam-pupuk-organik-dan-anorganik

Rabu, 14 November 2012

Kami adalah praktisi pupuk yang telah berkecimpung selama 30 tahun, dengan pengalaman ini kami ingin membantu para pengusaha baik pemula maupun yang telah memulai bisnis pupuk untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pupuk yang dihasilkan.

berikut cv kami:
1. Posisi terakhir: Kepala Bidang Produksi Pabrik Pupuk BUMN terbesar di Asia Tenggara.

Kamis, 25 Oktober 2012


Pupuk, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, apalagi bagi para petani. Pupuk merupakan material yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman agar mampu berproduksi dengan baik, dengan cara di tambahkan pada media tanam atau tanaman. Tujuan pemberian pupuk diantaranya adalah untuk memperbaiki sifat fisis, sifat kimia, dan sifat biologi tanah.
Untuk pupuk sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah:
  • Pupuk Kandang, yaitu pupuk yang berasal dari kotoran hewan, seperti: kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran ayam, kotoran kerbau, dan sebagaianya.
  • Pupuk Hijau, yaitu pupuk yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan hijau, seperti: batang tanaman, ranting tanaman.
  • Pupuk Kompos, yaitu pupuk yang berasal dari sampah dan daun-daunan yang di busukkan di dalam tanah.
  • Pupuk hasil olahan pabrik, seperti: urea, ZA, TSP, NPK, dan lainnya.
Untuk jenis pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos biasanya disebut dengan pupuk organik, sedangkan pupuk hasil olahan pabrik disebut dengan pupuk anorganik. Pupuk organik atau juga disebut pupuk alam dapat memperbaiki sifat-sifat fisis tanah, yaitu: struktur, tata udara, daya resap air, dan daya tahan terhadap erosi. Pupuk organik atau pupuk alam juga membentuk humus (bunga tanah) sehingga berperan juga dalam memperbaiki sifat biologi. Berikutnya, peruraian dari humus akan menambah ketersediaan unsur-unsur hara.
Sedangkan fungsi dari pupuk antara lain: dapat menyuburkan tanah, memberi nutrisi bagi tanah, menaikkan mutu dan produktivitas hasil tanam, melindungi tanaman dari hama penyakit, serta fungsi lainnya.
Dalam penggunaannya tentu takaran dan cara penggunaan yang berbeda untuk masing-masing jenis pupuk, bisa saja hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan bila dalam penggunaannya tidak sesuai dengan takaran dan cara pemakaian. Jadi, sangat penting untuk memahami terlebih dahulu teori atau cara penggunaannya.
Namun, sering kita dengar pemberitaan mengenai kelangkaan pupuk di pasaran atau mahalnya harga pupuk hasil olahan pabrik, jadi, tak ada salahnya jika memanfaatkan pupuk jenis lain atau pupuk organik (pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk kompos). Untuk penggunaan pupuk organik akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pupuk non organik. Demikian beberapa jenis pupuk yang biasa di temui di Indonesia, beserta beberapa fungsi dari pupuk, semoga bermanfaat.